![]() |
| Masih belum bisa disebut sebagai guru sebelum lulus dari PPG. |
Minggu, 01 Juni 2014
PROGRAM SARJANA MENDIDIK DI DAERAH 3T (SM-3T)
1. Profil SM-3T
Negara Kesatuan
Republik Indonesia dengan wilayah yang luas dan secara geografis maupun
sosiokultural sangat heterogen, pada beberapa wilayah peyelenggaraan
pendidikan masih terdapat berbagai permasalahan, terutama pada daerah
yang tergolong terdepan, terluar, dan tertinggal (daerah 3T).
Beberapa permasalahan penyelenggaraan
pendidikan, utamanya di daerah 3T antara lain adalah permasalahan
pendidik, seperti kekurangan jumlah (Shortage), distribusi tidak seimbang (unbalanced distribution), kualifikasi di bawah standar (under qualification), kurang kompeten (low competencies), serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang diampu (mismatched). Permasalahan
lain dalam penyelenggaraan pendidikan adalah angka putus sekolah juga
masih relatif tinggi, sementara angka partisipasi sekolah masih rendah.
Sebagai bagian dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia peningkatan mutu pendidikan di daerah 3T perlu
dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh, utamanya dalam mengatasi
permasalahan-permasalahan tersebut, agar daerah 3T dapat segera maju
bersama sejajar dengan daerah lain. Hal ini menjadi perhatian khusus
Kementerian Pendidikan Nasional, mengingat daerah 3T memiliki peran
strategis dalam memperkokoh ketahanan nasional dan keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Kebijakan Kementerian Pendidikan
Nasional dalam rangka percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T,
adalah Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Program ini meliputi
(1) Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi dengan Kewenangan
Tambahan (PPGT), (2) Program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM-3T), (3)
Program Kuliah Kerja Nyata di Daerah 3T-dan PPGT (KKN-3T PPGT), (4)
Program Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi Kolaboratif (PPGT
Kolaboratif), (5) Program S-1 Kependidikan dengan Kewenangan Tambahan
(S-1 KKT). Program-program tersebut merupakan jawaban untuk mengatasi
berbagai permasalahan pendidikan di daerah 3T.
Program SM-3T sebagai salah satu Program
Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia ditujukan kepada para Sarjana
Pendidikan yang belum bertugas sebagai guru, untuk ditugaskan selama
satu tahun pada daerah 3T. Program SM-3T dimaksudkan untuk membantu
mengatasi kekurangan guru, sekaligus mempersiapkan calon guru
profesional yang tangguh, mandiri, dan memiliki sikap peduli terhadap
sesama, serta memiliki jiwa untuk mencerdaskan anak bangsa, agar dapat
maju bersama mencapai cita-cita luhur seperti yang diamanahkan oleh para
pendiri bangsa Indonesia.
Program SM-3T adalah Program Pengabdian
Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan
pendidikan di daerah 3T selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik
profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi
Guru.
Daftar Tempat Wisata di Banjarnegara
Tempat Wisata di Banjarnegara Jawa Tengah - yoshiewafa - Banjarnegara dilintasi jalan provinsi yang menghubungkan antara kawasan Banyumas dengan Magelang dan Semarang.
Klampok adalah persimpangan jalur untuk menuju Purbalingga dan
Banyumas. Selain itu juga terdapat jalan provinsi yang menghubungkan
antara Banjarnegara dengan Batang, dan melintasi Dataran Tinggi Dieng.
Banjarnegara berbatasan dengan Kab. Pekalongan dan Kab. Batang di Utara, Kab. Wonosobo di Timur, Kab. Kebumen di Selatan, dan Kab. Banyumas dan Kab. Purbalingga di Barat. Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 20 kecamatan, yang terbagi lagi menjadi 266 desa dan 12 kelurahan. Pusat pemerintahan berlokasi di Kec. Banjarnegara, untuk Kecamatan yang terluas adalah Kecamatan Punggelan yang juga mempunyai jumlah penduduk terbanyak.
Banjarnegara berbatasan dengan Kab. Pekalongan dan Kab. Batang di Utara, Kab. Wonosobo di Timur, Kab. Kebumen di Selatan, dan Kab. Banyumas dan Kab. Purbalingga di Barat. Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 20 kecamatan, yang terbagi lagi menjadi 266 desa dan 12 kelurahan. Pusat pemerintahan berlokasi di Kec. Banjarnegara, untuk Kecamatan yang terluas adalah Kecamatan Punggelan yang juga mempunyai jumlah penduduk terbanyak.
Tempat Wisata di Banjarnegara
Banjarnegara merupakan Kabupaten yang
terletak paling ujung timur dalam Karesidenan Banyumas, Meski
Banjarnegara tidak seramai kota-kota lain di Karesidenan Banyumas, namun
Banjarnegara memiliki obyek wisata yang cukup terkenal dan kebanyakan
adalah obyek wisata alam mengingat Banjernegara terletak diantara
beberapa pegunungan.
Langsung saja simak daftar tempat obyek
wisata di Banjarnegara yang cukup menarik untuk dikunjungi. Karena di
Banjarnegara dapat ditemui beragam obyek wisata seperti wisata arung
jeram, wisata kuliner, Wisata Alam, Wisata Budaya.
1. Dieng, Dataran dieng merupakan sebuah
obyek wisata favorit di Banjarnegara, tempatnya terletak diantara
Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Karena itu sering disebut obyek
wisata Banjarnegara sekaligus Wonosobo.
Tentang Banjarnegara
KABUPATEN BANJARNEGARA
Banjarnegara adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah bagian barat dengan luas wilayah 106,970,99 Ha,terdiri dari 20 Kecamatan 273 Desa dan 5 Kelurahan. Jumlah Penduduk Kabupaten Banjarnegara terdiri dari Laki-laki : 430.670 Orang dan Wanita : 431.813 Orang.
Batas-batas
Sebelah Utara : Kab. Pekalongan dan Kab. Batang
Sebelah Timur : Kab. Wonosobo
Sebelah Selatan : Kab. Kebumen
Sebelah Barat : Kab. Purbalingga dan Kab. Banyumas
Wilayah Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 3 Zona yaitu :
Zona Utara : Merupakan
wilayah pegunungan yang lebih di kenal dengan pegunungan Kendeng
Utara, rona alamnya bergunung berbukit, bergelombang dan curam. Potensi
utamanya adalah sayur mayur, kentang, kobis, jamur, teh, jagung, kayu,
getah pinus, sapi kereman, kambing dan domba.Juga pariwisata dan tenaga listrik panas bumi di dataran tinggi Dieng.
Zona Tengah : Merupakan
dataran lembah sungai Serayu. Rona alamnya relatif datar dan subur.
Potensi utamanya adalah padi, palawija, buah-buahan, ikan, home
industri, PLTA Mrica, keramik dan anyam-anyaman bambu.
Zona Selatan : Merupakan
pegunungan kapur dengan nama pegunungan Serayu Selatan. Rona alamnya
bergunung, bergelombang dan curam. Potensi utamanya adalah ketela
pohon, gula kelapa, bamboo. getah pinus, damar dan bahan mineral
meliputi : marmer, pasir kwarsa, feld spart, asbes, andesit, pasir dan
kerikil. Buah-buahan : duku, manggis, durian, rambutan, pisang dan jambu.
Wilayah kabupaten Banyumas memiliki iklim tropis, dgn curah hujan rata-rata 3.000 mm/tahun, serta suhu rata-rata 20°-26° C.
Langganan:
Postingan (Atom)



